Menentukan harga jual merupakan salah satu bagian penting sebelum memasang iklan. Harga yang terlalu tinggi dapat membuat calon pembeli melewati penawaran Anda, sedangkan harga yang terlalu rendah bisa membuat Anda kehilangan nilai barang atau bahkan membuat calon pembeli bertanya-tanya mengenai kondisinya.
Lalu, bagaimana menentukan harga yang wajar?
Tidak ada satu rumus yang berlaku untuk semua barang. Namun, dengan membandingkan harga pasar, memperhatikan kondisi, usia, kelengkapan, dan beberapa faktor lainnya, Anda dapat menentukan harga yang lebih realistis.
1. Cari Tahu Harga Pasaran Terlebih Dahulu
Sebelum menentukan harga, cari beberapa produk serupa yang sedang ditawarkan di pasaran.
Jangan hanya melihat satu iklan. Bandingkan beberapa penawaran dengan produk yang memiliki karakteristik hampir sama.
Misalnya Anda ingin menjual sepeda motor. Perhatikan:
- Merek dan tipe
- Tahun produksi
- Kondisi kendaraan
- Kilometer
- Kelengkapan surat
- Lokasi
- Aksesori atau modifikasi
- Harga yang ditawarkan
Jika sebagian besar kendaraan serupa berada pada kisaran Rp20–23 juta, informasi tersebut dapat menjadi referensi awal.
Namun perlu diingat, harga yang tercantum pada sebuah iklan belum tentu merupakan harga transaksi akhirnya.
Karena itu, gunakan harga iklan sebagai bahan perbandingan, bukan sebagai satu-satunya patokan.
2. Perhatikan Kondisi Barang
Dua barang dengan tipe dan tahun yang sama belum tentu memiliki nilai yang sama.
Kondisi dapat memberikan perbedaan cukup besar terhadap harga.
Sebagai contoh, sebuah smartphone dengan bodi mulus, layar normal, baterai masih baik, dan seluruh fungsi berjalan normal tentu dapat memiliki nilai berbeda dibandingkan perangkat serupa yang layarnya retak atau membutuhkan perbaikan.
Nilailah kondisi barang secara objektif.
Jika terdapat kekurangan, jangan hanya mempertimbangkannya dalam harga. Jelaskan juga pada deskripsi iklan agar calon pembeli mengetahui kondisi sebenarnya.
3. Pertimbangkan Usia Produk
Sebagian barang mengalami penurunan nilai seiring bertambahnya usia.
Hal ini umum terjadi pada kendaraan, smartphone, komputer, elektronik, furnitur, dan berbagai barang lainnya.
Namun, penurunan harga tidak selalu memiliki persentase yang sama.
Ada produk yang nilainya turun dengan cepat, ada pula barang tertentu yang relatif mempertahankan nilai karena kondisi, kelangkaan, permintaan pasar, atau faktor lainnya.
Karena itu, daripada sekadar menghitung berdasarkan usia, sebaiknya tetap bandingkan dengan harga pasar produk sejenis pada saat Anda akan menjualnya.
4. Kelengkapan Bisa Memengaruhi Harga
Kelengkapan dapat menjadi nilai tambahan.
Misalnya untuk smartphone:
Unit + dus + charger + nota pembelian
dapat memiliki daya tarik berbeda dibandingkan:
Unit saja.
Begitu pula kendaraan yang memiliki dokumen lengkap, kunci cadangan, buku servis, dan riwayat perawatan yang jelas.
Sebutkan kelengkapan tersebut pada iklan sehingga calon pembeli memahami apa saja yang diperoleh.
5. Perhitungkan Kondisi Pasar dan Permintaan
Harga tidak hanya ditentukan oleh kondisi barang.
Permintaan pasar juga berpengaruh.
Produk yang sedang banyak dicari bisa memiliki harga pasar yang berbeda dibandingkan produk dengan permintaan rendah.
Begitu juga ketika model terbaru suatu produk diluncurkan. Harga generasi sebelumnya dapat mengalami perubahan.
Karena harga pasar dapat berubah, lakukan perbandingan ketika Anda benar-benar siap menjual, bukan hanya berdasarkan harga yang Anda ingat beberapa bulan sebelumnya.
6. Lokasi Juga Bisa Membuat Harga Berbeda
Harga suatu barang atau properti dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.
Faktor ini sangat terasa pada properti dan kendaraan, tetapi juga dapat terjadi pada kategori lainnya.
Untuk properti, misalnya, harga dapat dipengaruhi oleh lokasi, luas tanah, luas bangunan, akses jalan, fasilitas sekitar, kondisi lingkungan, dan banyak faktor lainnya.
Karena itu, jika menjual properti, membandingkan dengan properti sejenis di wilayah yang sama biasanya lebih relevan daripada membandingkannya dengan daerah yang jauh berbeda.
7. Tentukan Apakah Harga Pas atau Masih Bisa Nego
Dalam transaksi jual beli, negosiasi merupakan hal yang umum.
Anda dapat menentukan sejak awal apakah harga:
Harga pas — harga yang ingin dipertahankan tanpa banyak negosiasi.
atau
Harga nego — masih tersedia ruang untuk melakukan penawaran secara wajar.
Jika membuka ruang negosiasi, Anda dapat mempertimbangkan batas harga terendah yang masih dapat diterima sebelum memasang iklan.
Misalnya:
Harga yang ingin diterima: Rp4.500.000
Harga iklan: Rp4.700.000
Dengan demikian, masih terdapat ruang negosiasi.
Namun, hindari menaikkan harga terlalu jauh hanya untuk menyediakan ruang tawar-menawar karena harga awal yang tidak realistis dapat mengurangi ketertarikan calon pembeli.
8. Jangan Menentukan Harga Hanya Berdasarkan Harga Beli
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu berpatokan pada harga ketika barang pertama kali dibeli.
Misalnya:
“Dulu saya beli Rp10 juta, jadi sekarang harus dijual minimal Rp9 juta.”
Padahal harga pasar saat ini mungkin sudah berubah.
Nilai barang bekas biasanya lebih dipengaruhi oleh harga pasar saat ini, kondisi, usia, kelengkapan, dan permintaan, bukan semata-mata harga pembelian awal.
Harga beli tetap dapat menjadi referensi pribadi, tetapi belum tentu menjadi harga yang dianggap wajar oleh pasar.
9. Jangan Sengaja Memasang Harga Palsu agar Mendapat Klik
Memasang harga Rp1, Rp100, atau angka yang jauh dari harga sebenarnya mungkin membuat iklan mendapatkan perhatian, tetapi dapat membingungkan calon pembeli.
Lebih baik tampilkan harga yang memang mendekati nilai yang Anda inginkan.
Transparansi harga membantu calon pembeli menentukan sejak awal apakah produk tersebut sesuai dengan anggaran mereka.
Iklan pun terasa lebih jelas dan terpercaya.
10. Evaluasi Jika Iklan Lama Tidak Mendapat Respons
Anda sudah memasang foto yang baik, deskripsi lengkap, dan informasi jelas, tetapi iklan masih minim respons?
Harga bisa menjadi salah satu faktor yang perlu dievaluasi.
Coba lakukan pencarian ulang terhadap produk sejenis.
Jika sebagian besar produk dengan kondisi serupa ditawarkan jauh di bawah harga Anda, pertimbangkan apakah harga perlu disesuaikan.
Namun jangan langsung menurunkan harga secara drastis. Periksa juga faktor lain seperti kualitas foto, judul iklan, kategori, lokasi, dan kelengkapan informasi.
Contoh Sederhana Menentukan Harga Jual
Misalnya Anda ingin menjual sebuah laptop bekas.
Setelah mencari beberapa produk dengan model dan spesifikasi serupa, Anda menemukan harga:
Rp5.200.000
Rp5.500.000
Rp5.300.000
Rp5.700.000
Rp5.400.000
Dari data tersebut, terlihat bahwa penawaran berada di sekitar Rp5,2–5,7 juta.
Selanjutnya lihat kondisi laptop Anda.
Jika kondisinya terawat, baterai masih baik, charger tersedia, dan tidak memiliki kerusakan berarti, Anda dapat mempertimbangkan harga di sekitar kisaran pasar tersebut.
Jika terdapat kekurangan tertentu, harga dapat disesuaikan.
Cara seperti ini biasanya lebih masuk akal daripada menentukan angka secara acak.
Harga Wajar Membantu Mempertemukan Penjual dan Pembeli
Harga yang baik bukan selalu harga termurah.
Harga yang wajar adalah harga yang mempertimbangkan kondisi barang, harga pasar, kelengkapan, usia, lokasi, serta permintaan.
Sebagai penjual, Anda tentu ingin mendapatkan nilai yang sesuai. Di sisi lain, calon pembeli juga ingin mendapatkan penawaran yang masuk akal.
Ketika keduanya bertemu, proses negosiasi menjadi lebih mudah.
Jadi, sebelum memasang iklan, luangkan waktu beberapa menit untuk melakukan perbandingan.
Cari harga pasarnya. Periksa kondisi barang. Tentukan harga. Lalu beri ruang untuk nego jika diperlukan.
Setelah itu, tampilkan harga secara jelas bersama foto dan deskripsi yang lengkap agar calon pembeli dapat mempertimbangkan penawaran Anda dengan lebih mudah.
IKLANZ
Klik. Nego. Deal.

