Memasang iklan online memang mudah. Namun, membuat iklan yang mampu menarik perhatian calon pembeli membutuhkan sedikit strategi.
Di tengah banyaknya iklan online yang muncul setiap hari, calon pembeli biasanya hanya membutuhkan beberapa detik untuk menentukan apakah sebuah iklan menarik untuk dilihat lebih lanjut atau dilewati begitu saja.
Karena itu, bukan hanya produk atau jasa yang penting. Cara menyajikan informasi, memilih foto, membuat judul, hingga memberikan kontak yang jelas juga dapat memengaruhi minat pembeli terhadap iklan online tersebut.
Berikut beberapa tips sederhana untuk membuat iklan online terlihat lebih menarik, informatif, dan terpercaya.
1. Gunakan Judul yang Jelas dan Spesifik
Judul menjadi salah satu bagian pertama yang dilihat calon pembeli. Hindari judul yang terlalu umum seperti:
“Dijual Murah”
Akan lebih menarik apabila dibuat lebih spesifik, misalnya:
“Dijual Honda Vario 160 Tahun 2025 – Kondisi Terawat”
atau:
“Rumah 2 Lantai Dekat Stasiun – Siap Huni”
Judul yang jelas membantu calon pembeli langsung memahami apa yang sedang ditawarkan tanpa harus membuka seluruh isi iklan terlebih dahulu.
2. Gunakan Foto yang Berkualitas
Foto memiliki peran besar dalam sebuah iklan online. Produk yang sebenarnya menarik bisa terlihat kurang meyakinkan apabila menggunakan foto gelap, buram, atau tidak memperlihatkan kondisi barang dengan jelas.
Gunakan foto dengan pencahayaan yang cukup dan usahakan mengambil gambar dari beberapa sudut.
Jika menjual barang bekas, tampilkan kondisi sebenarnya. Apabila terdapat goresan atau kekurangan tertentu, sebaiknya tetap diperlihatkan atau dijelaskan.
Transparansi dapat membantu membangun kepercayaan antara penjual dan calon pembeli.
3. Buat Deskripsi yang Lengkap tetapi Mudah Dibaca
Calon pembeli biasanya membutuhkan informasi dasar sebelum memutuskan untuk menghubungi pemasang iklan.
Untuk iklan produk, misalnya, Anda dapat mencantumkan:
- Nama dan jenis produk
- Kondisi baru atau bekas
- Spesifikasi atau ukuran
- Tahun pembelian atau produksi jika relevan
- Kelengkapan
- Lokasi barang
- Harga
- Informasi tambahan lainnya
Tidak perlu membuat deskripsi terlalu panjang. Fokuslah pada informasi yang memang dibutuhkan calon pembeli.
4. Cantumkan Harga dengan Jelas
Jika memungkinkan, cantumkan harga langsung pada iklan.
Informasi harga membantu calon pembeli mengetahui apakah produk atau jasa yang ditawarkan sesuai dengan anggaran mereka.
Jika harga masih dapat dinegosiasikan, Anda dapat menambahkan keterangan seperti “Harga masih bisa dinegosiasikan secara wajar.”
Cara ini lebih informatif dibandingkan hanya menulis “hubungi untuk harga”.
5. Hindari Klaim yang Berlebihan
Kalimat seperti:
“TERMURAH SE-INDONESIA!!!”
atau
“DIJAMIN PALING BAGUS!!!”
belum tentu membuat iklan terlihat lebih meyakinkan.
Sebaliknya, gunakan informasi yang konkret.
Misalnya:
“Pemakaian pribadi, kondisi terawat, surat lengkap dan pajak aktif.”
Informasi seperti ini memberikan alasan yang lebih jelas bagi calon pembeli untuk mempertimbangkan produk tersebut.
6. Jelaskan Lokasi Produk atau Layanan
Lokasi menjadi informasi penting, khususnya untuk kendaraan, properti, barang berukuran besar, maupun layanan yang memiliki area pelayanan tertentu.
Anda tidak harus mencantumkan alamat rumah secara lengkap.
Cukup berikan informasi wilayah seperti kecamatan, kota, atau area pertemuan yang memungkinkan.
Contohnya:
Lokasi barang: Jakarta Timur – bisa cek barang dengan janji terlebih dahulu.
7. Gunakan Bahasa yang Sederhana dan Natural
Iklan yang baik tidak harus menggunakan bahasa yang terlalu formal.
Gunakan gaya bahasa yang mudah dipahami, natural, dan tetap sopan.
Hindari penggunaan huruf kapital secara berlebihan karena dapat membuat iklan terasa seperti sedang “berteriak”.
Bandingkan:
MOTOR BAGUS!!! BURUAN BELI SEBELUM KEHABISAN!!!
dengan:
Honda Scoopy kondisi terawat, pemakaian pribadi, surat lengkap. Silakan hubungi jika ingin melihat unit secara langsung.
Versi kedua terasa lebih natural sekaligus memberikan informasi yang lebih berguna.
8. Berikan Kontak yang Mudah Dihubungi
Setelah calon pembeli tertarik, langkah berikutnya adalah menghubungi pemasang iklan.
Pastikan nomor WhatsApp atau metode komunikasi yang dicantumkan masih aktif.
Jika menggunakan WhatsApp, usahakan memberikan respons dengan cukup cepat dan tetap berhati-hati terhadap permintaan data pribadi, kode OTP, tautan mencurigakan, maupun bentuk komunikasi yang tidak wajar.
9. Jangan Menyembunyikan Kekurangan Produk
Untuk barang bekas, kondisi produk hampir tidak pernah sempurna.
Jika terdapat kekurangan, jelaskan secara terbuka.
Misalnya:
“Terdapat sedikit baret pada bagian samping, tidak memengaruhi fungsi.”
Penjelasan seperti ini justru dapat membuat iklan terasa lebih terpercaya karena calon pembeli mengetahui kondisi barang sejak awal.
10. Perbarui Iklan Secara Berkala
Jika barang sudah terjual, sebaiknya segera tandai sebagai terjual atau nonaktifkan iklan.
Sebaliknya, jika iklan masih aktif tetapi sudah cukup lama tidak mendapatkan respons, coba evaluasi kembali beberapa bagian seperti foto, judul, harga, kategori, dan deskripsi.
Perubahan sederhana terkadang dapat membuat sebuah iklan menjadi lebih menarik.
Iklan yang Menarik Dimulai dari Informasi yang Jelas
Tujuan utama membuat iklan online bukan sekadar mendapatkan banyak klik, tetapi mempertemukan penawaran dengan orang yang memang membutuhkannya.
Foto yang jelas, judul yang spesifik, harga yang transparan, deskripsi yang lengkap, serta komunikasi yang baik dapat membantu meningkatkan kualitas sebuah iklan.
Bagi Anda yang ingin menawarkan barang, kendaraan, properti, jasa, usaha, atau berbagai informasi lainnya, IKLANZ dapat menjadi salah satu media untuk mempublikasikan iklan secara online.
Pasang iklan Anda, tampilkan informasi dengan jelas, dan temukan calon pembeli dengan lebih mudah.
IKLANZ — Pasang Iklan Lebih Mudah.

